- PADANG – GARDA SUARA KITA NEWS.COM
Keputusan mengejutkan namun penuh keteladanan datang dari tokoh organisasi dan pengusaha Sumatera Barat, Drs. H. Marlis, yang resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPW BPI KPNPA RI Provinsi Sumatera Barat, tertanggal 28 April 2026.

Dalam surat resminya, Marlis menyampaikan bahwa aktivitas usaha yang semakin berkembang menuntut waktu, perhatian, dan konsentrasi penuh, sehingga ia merasa tidak lagi dapat menjalankan amanah organisasi secara optimal.
“Keputusan ini saya ambil dengan pertimbangan adanya aktivitas usaha yang saat ini memerlukan waktu, perhatian, serta konsentrasi penuh,” tulisnya.
Kepemimpinan yang Mengubah Wajah Organisasi
Pengunduran diri Marlis bukan tanpa jejak. Selama masa kepemimpinannya, DPW BPI KPNPA RI Sumbar menjelma menjadi salah satu kepengurusan daerah paling menonjol di tingkat nasional.
Organisasi tampil aktif, solid, serta berani menyuarakan berbagai isu strategis. Eksistensi kelembagaan semakin kuat di tengah masyarakat, baik dalam konsolidasi internal, aktivitas publik, maupun penguatan citra organisasi.
Sejumlah kalangan bahkan menilai periode kepemimpinan Marlis sebagai “era emas” bagi BPI KPNPA RI Sumbar. Legacy Terbaik yang Sulit Dilupakan
Dalam waktu kurang dari satu tahun, Marlis dinilai berhasil meninggalkan legacy terbaik bagi organisasi.
Ia membangun fondasi kelembagaan yang berwibawa, bermartabat, dan berintegritas. Warisan tersebut tidak hanya berupa struktur organisasi, tetapi juga semangat kerja, keberanian moral, jaringan kelembagaan, serta citra positif di mata publik.
Bagi kader, capaian ini menjadi standar baru bagi kepemimpinan selanjutnya.
Mundur di Puncak Prestasi
Keputusan mundur justru diambil saat citra organisasi berada di titik terbaik. Hal ini dinilai sebagai bentuk kedewasaan dan jiwa kenegarawanan, sekaligus membuka ruang regenerasi kepemimpinan di tubuh organisasi.

Dukungan dan Apresiasi dari Daerah
Ketua BPI KPNPA RI Cabang Mentawai, Tuhowoloo Telaumbanua (Delau), menyampaikan apresiasi dan penghormatan atas keputusan tersebut.
Menurutnya, langkah yang diambil oleh Drs. H. Marlis sangat dapat dipahami, mengingat kesibukan beliau dalam dunia usaha yang semakin berkembang.
“Saya sangat memahami keputusan beliau. Kesibukan bisnis tentu membutuhkan perhatian dan fokus penuh. Bagi kami, Haji Marlis adalah sosok teladan dalam organisasi, tokoh politik, dan tokoh Sumatera Barat,” ujar Delau.
Ia juga menegaskan bahwa jasa dan peran Marlis dalam membina kader sangat besar, termasuk terhadap dirinya secara pribadi.
“Beliau banyak membina kami. Saya secara pribadi mengangkat jempol atas dedikasi dan kepemimpinan beliau. Tetap semangat, Ketua,” tambahnya.
Tetap Mendoakan Organisasi
Dalam pernyataannya, Marlis berharap BPI KPNPA RI Sumbar terus berkembang dan berkontribusi positif bagi pembangunan Indonesia.
Ia menegaskan bahwa dalam hampir satu tahun terakhir, organisasi tersebut telah mampu menjadi lembaga yang berwibawa, bermartabat, dan berintegritas.
Pemimpin Pergi, Warisan Tetap Tinggal
Drs. H. Marlis mungkin telah meninggalkan jabatannya sebagai Ketua DPW, namun jejak kepemimpinannya akan tetap dikenang.
Ia mundur bukan karena gagal, tetapi setelah menorehkan prestasi. Ia melangkah bukan karena lemah, tetapi karena memahami kapan estafet harus diberikan.
Di Sumatera Barat, satu catatan kini terukir: Marlis datang, membangun, berprestasi, lalu meninggalkan legacy terbaik.
(*/Redaksi – Garda Suara Kita News.com)

