
Jakarta – Pernyataan Mabes TNI mengenai kesiapan pasukan kembali menjadi perhatian publik di tengah ramainya pembahasan mengenai kondisi ekonomi nasional dan isu pergerakan massa yang beredar di media sosial.
Kapuspen TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas, menegaskan bahwa seluruh prajurit TNI selalu berada dalam kondisi siap menjalankan tugas kapan pun dibutuhkan untuk menjaga stabilitas dan keamanan negara.
Menurutnya, ada maupun tidak ada aksi demonstrasi, TNI tetap berada dalam kondisi siaga sebagai bagian dari tugas rutin institusi dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu keamanan nasional.
“Ada demo, nggak ada demo, TNI siap 24 jam. Kalau saya bilang bukan 24 jam lagi, jam kerja saya 25 jam, 8 hari. Jadi kalau mau dikerahkan sekarang, kami siap,” ujar Brigjen TNI Muhammad Nas kepada awak media di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap sejumlah indikator ekonomi, mulai dari pergerakan nilai tukar rupiah hingga fluktuasi pasar saham. Kondisi itu kemudian memunculkan berbagai spekulasi dan narasi di media sosial mengenai kemungkinan adanya aksi massa dalam skala besar.
Meski demikian, Mabes TNI menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada langkah pengamanan khusus ataupun pengerahan pasukan tambahan yang dilakukan terkait isu tersebut.
“Belum sampai ke sana. Belum,” tegas Muhammad Nas terkait adanya antisipasi khusus menghadapi isu demo besar.
TNI menekankan bahwa situasi keamanan nasional masih berada dalam kondisi terkendali dan seluruh mekanisme pengamanan berjalan sebagaimana mestinya. Pernyataan ini sekaligus menunjukkan bahwa aparat negara tetap memantau perkembangan situasi dan siap menjalankan tugas apabila sewaktu-waktu diperlukan demi menjaga stabilitas nasional.(☆)

