MENTAWAI – Garda News.Com
Program penanaman jagung yang dikelola melalui BUMDes di Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, dikabarkan mengalami kendala dalam pelaksanaannya.
Ketua BUMDes Desa Tuapejat, Santono Samangilailai, saat dikonfirmasi Media GardaNews.com di kantornya pada Senin (11/5/2026) pukul 16.30 WIB, menyampaikan klarifikasi terkait informasi yang beredar.
Ia menyampaikan keberatan atas informasi yang menyebut dirinya menerima penyertaan modal sebesar Rp180 juta.
“Tidak benar saya menerima Rp180 juta. Saya hanya menerima dua kali pencairan, pertama Rp50 juta dan kedua Rp60 juta rupiah,” ujar Santono Samangilailai kepada media ini.
Ia juga membantah adanya dugaan temuan dana sebesar Rp40 juta sebagaimana yang berkembang dalam pemberitaan sebelumnya.
“Jadi soal adanya temuan Rp40 juta itu tidak benar,” tegasnya.
Santono Samangilailai berharap persoalan tersebut dapat diluruskan sesuai data dan fakta yang sebenarnya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait lainnya masih menunggu konfirmasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan program penanaman jagung tersebut. (TIM)

