
MAKASSAR – Garda Pers.id
Ketua Perwakilan Wilayah Media Tobagoes Sulawesi Selatan dan Barat, Sadiman Pakayu, memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) atas keberhasilan mengungkap kasus penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi yang merugikan negara dan masyarakat.
Menurut Sadiman Pakayu langkah tegas yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Sulsel bersama jajaran Reskrimsus Polres serta dukungan unsur TNI menunjukkan komitmen nyata aparat penegak hukum dalam melindungi hak-hak rakyat dari praktik mafia subsidi energi.
“Atas nama Media Tobagoes, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda Sulsel dan seluruh jajaran yang berhasil membongkar praktik penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi. Ini adalah bentuk keberpihakan kepada masyarakat dan upaya menyelamatkan keuangan negara,” tegas Sadiman Pakayu, Minggu (7/6/2026).
Sadiman menilai penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan kejahatan yang merampas hak masyarakat kecil yang seharusnya menikmati subsidi dari pemerintah.
“BBM dan LPG subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan. Ketika ada pihak-pihak yang menyalahgunakan dan memperjualbelikannya demi keuntungan pribadi, maka mereka telah merampas hak rakyat. Karena itu, para pelaku harus ditindak tegas tanpa pandang bulu,” ujarnya.
Dukungan serupa juga disampaikan Ketua Umum BPI KPNPA RI Rahmad Sukendar yang memberikan dukungan dan apresiasi kepada jajaran Polda Sulsel, khususnya Ditreskrimsus Polda Sulsel, Reskrimsus Polres kabupaten/kota, serta unsur TNI atas keberhasilan pengungkapan kasus tersebut.
Apresiasi itu disampaikan langsung disaat kegiatan road show BPIKPNPARI di wilayah Sulawesi Selatan untuk monitor terkait kasus kasus korupsi yang mandeg penanganan di Kepolisian dan Kejaksaan Sulsel
Rahmad Sukendar menegaskan Polda Sulawesi Selatan bergerak cepat melakukan pengungkapan tindak pidana penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi di Makassar
Menurut Rahmad Sukendar keberhasilan aparat mengungkap kasus tersebut membuktikan keseriusan negara dalam memberantas praktik penyalahgunaan energi bersubsidi yang berdampak besar terhadap masyarakat dan keuangan negara.
Rahmad Sukendar berharap pengungkapan kasus ini menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih besar sehingga praktik mafia BBM dan LPG subsidi dapat diberantas hingga ke akar-akarnya.
“Kami mendukung penuh langkah Polda Sulsel. Jangan berhenti pada pelaku lapangan saja, tetapi telusuri seluruh jaringan yang terlibat. Negara tidak boleh kalah dengan mafia yang selama ini menikmati keuntungan dari penderitaan rakyat,” pungkasnya.(Tim )

