Kinerja Kejari Mentawai dari Periode ke Periode Jadi Sorotan Publik

Mentawai Sumatera Barat – GardaNews.com

Perjalanan kepemimpinan di Kejaksaan Negeri Kepulauan Mentawai dari periode pertama hingga saat ini menjadi perhatian masyarakat. Dinamika penegakan hukum di daerah tersebut dinilai mengalami pasang surut, tergantung komitmen dan ketegasan masing-masing pimpinan.

Pada periode pertama hingga kelima, kinerja Kejari Mentawai dinilai cukup dasyat.

Penanganan perkara berjalan tegas dan profesional hingga pimpinan saat itu berhasil menduduki jabatan bergengsi dengan capaian bintang dua, sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan dedikasi dalam penegakan hukum.

Memasuki periode keenam hingga kesepuluh, masyarakat menilai penanganan perkara cenderung stagnan. Kasus-kasus yang ditangani umumnya berada pada level pemerintahan desa, dengan kepala desa (kades) menjadi pihak tertinggi yang diproses dan ditahan. Publik menilai belum terlihat keberanian menyentuh pejabat pada level yang lebih tinggi.

Perubahan mulai tampak pada periode kesebelas. Kejari Mentawai menunjukkan ketegasan dengan menetapkan dan menahan tiga orang tersangka dalam kasus Perusda Mentawai.

Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk keberanian dalam membongkar dugaan penyimpangan di tingkat lebih tinggi.

Kini, pada periode ke-12, masyarakat kembali menaruh perhatian besar terhadap kinerja pimpinan yang baru.

Sorotan muncul karena dua orang tersangka kasus Perusda disebut-sebut belum dilakukan penahanan dan dikabarkan masih berada di Padang dan Medan. Kondisi ini menjadi perhatian serius masyarakat Mentawai, bahkan hingga tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Publik berharap Kejari Mentawai tetap menjaga integritas, profesionalisme, dan konsistensi dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

Kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum sangat bergantung pada keberanian dan komitmen dalam menuntaskan setiap perkara secara transparan dan adil.(☆)

Share :