
Jakarta – Garda News. Com . Kinerja Tim Reformasi Polri kembali menuai kritik keras. Ketua Umum BPIKPNPARI, Rahmad Sukendar, menilai tim tersebut belum menunjukkan hasil konkret dan terkesan “mandul” di tengah derasnya tuntutan pembenahan institusi.
Menurut Rahmad, publik hingga kini belum melihat langkah terobosan yang benar-benar menyentuh akar persoalan. Mulai dari transparansi penanganan pelanggaran internal, evaluasi pendidikan dan rekrutmen, hingga penguatan pengawasan, dinilai belum mengalami perubahan signifikan.
“Reformasi itu harus berani menyentuh hal-hal yang sensitif. Kalau hanya normatif dan administratif, itu bukan reformasi, itu rutinitas,” tegas Rahmad. Senin (23/2/26).
Ia juga menambahkan bahwa Tim Reformasi jangan sampai hanya menjadi alat peredam kritik publik tanpa implementasi nyata di lapangan.
“Jangan jadikan Tim Reformasi sebagai tameng pencitraan. Kalau memang serius mau berbenah, buka ke publik apa saja temuannya, siapa yang direkomendasikan dievaluasi, dan kapan itu dijalankan,” ujarnya.
Rahmad menegaskan, kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian tidak bisa dibangun dengan slogan atau pembentukan tim semata. Dibutuhkan keberanian pimpinan untuk mengambil keputusan tegas, termasuk memberikan sanksi tanpa pandang bulu.
“Kalau tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, wajar publik menilai Tim Reformasi ini gagal. Reformasi harus terasa, bukan sekadar terdengar,” pungkasnya.
BPIKPNPARI mendesak agar hasil kerja Tim Reformasi segera diumumkan secara terbuka sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.
(*)

