Mentawai, Gardasuarakitanews.com–Ratusan rumah dari 195 Kepala Keluarga di desa Sigapokna, Kecamatan Siberut Barat terendam banjir akibat tingginya curah hujan di wilayah tersebut, pada Kamis, (11/12), siang. Tingginya curah hujan menyebabkan ketinggian banjir bervariasi.

Kepala desa Sigapoknya, Elias Piau kepada wartawan, Kamis, (11/12), siang mengatakan, bahwa, saat ini, puluhan warga di desa Sigapokna sudah ada yang mengungsi ke dataran tinggi. Sementara, sebagaian lainnya, masih bertahan dan terus waspada memantau ketinggian air.
“Ketinggian bervariasi, mulai dari 1 meter hingga 1,5 meter. Curah hujan hingga sore ini masih terus naik. Masyarakat di desa Sigapokna masih terus waspada guna untuk mengantisipasi terjadinya intensitas curah hujan yang jika sewaktu-waktu semakin tinggi,” katanya.
Di sisi lain, pihaknya bersama dusun Policoman, desa Sigapoknya juga tengah menyalurkan beras bantuan kepada masyarakat dampak banjir pekan pertama Desember 2025 lalu. Total beras yang dibagikan sebanyak 2,5 ton.
“Walaupun dalam kondisi banjir, kita tetap menyalurkan bantuan beras yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Kita berharap, banjir ini cepat berlalu dan aktifitas masyarakat bisa kembali normal,” ungkapnya.
Selain Sigapokna, dusun Sirisurak, desa Saibi Samukop, Kecamatan Siberut Tengah juga ikut terendam banjir setinggi lutut orang dewasa. Puluhan rumah warga juga ikut terdampak akibat banjir tersebut.

Dampak banjir dan juga disertai angin kencang juga dirasakan warga di pulau Sipora. Satu batang pohon tumbang dan memutus akses jalan nasional Tuapejat-Katiet di perbatasan antara Rokot dan Matobe, Kamis, (11/12), dini hari. Tim gabungan dari BPBD dan Polsek Sipora bekerjasama membersihkan pohon tumbang tersebut. Hingga, Kamis, (11/12), siang pembersihan pohon tumbang selesai dilakukan dan aktifitas pengendara kembali normal.(redaksi)

