NIAS SELATAN – GARDA NEWS. COM Pembangunan jembatan di Kecamatan Boronadu, Kabupaten Nias Selatan, menjadi perhatian masyarakat setelah beredar informasi bahwa jembatan tersebut menggunakan material besi bekas. Isu ini menimbulkan berbagai pertanyaan di tengah warga terkait kualitas dan keamanan jembatan yang sedang dibangun.
Berdasarkan penelusuran informasi hingga awal 2026, jembatan yang dibangun di Sungai Gomo, Desa Sifalago Gomo, Kecamatan Boronadu, merupakan Jembatan Bailey, yakni jembatan rangka baja portabel yang umum digunakan sebagai solusi cepat di daerah terisolir atau kondisi darurat.

Pembangunan jembatan Bailey ini mulai dikerjakan pada Januari 2026 dan melibatkan Satgas Yonzipur I/DD. Proyek tersebut bertujuan memulihkan konektivitas antarwilayah sekaligus memberikan akses aman bagi masyarakat, khususnya pelajar.
Jembatan Boronadu mendapat perhatian nasional setelah Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung lokasi pada 21 Desember 2025. Dalam kunjungan tersebut, Wapres menyoroti kondisi siswa SMKN 1 Boronadu, di mana sekitar 60 persen di antaranya harus menyeberangi sungai tanpa jembatan permanen untuk berangkat ke sekolah.
Terkait isu material besi bekas, sejumlah pihak menjelaskan bahwa rangka baja Jembatan Bailey memang kerap menggunakan material eksisting milik pemerintah atau TNI yang masih layak pakai dan telah melalui pemeriksaan teknis. Secara visual, rangka baja tersebut kerap tampak tidak baru sehingga memunculkan persepsi di tengah masyarakat.
Pemerintah menegaskan bahwa penggunaan Jembatan Bailey merupakan solusi sementara guna menjawab kebutuhan mendesak, sembari menunggu perencanaan dan penganggaran pembangunan jembatan permanen di wilayah tersebut.
Meski demikian, masyarakat berharap adanya penjelasan resmi dan terbuka dari pemerintah daerah terkait spesifikasi teknis, standar keamanan, serta rencana lanjutan pembangunan jembatan permanen, agar tidak menimbulkan keresahan di tengah warga.
Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pelajar, memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, serta membuka akses desa-desa yang selama ini terisolir di wilayah Boronadu. (TIM REDAKSI)

