Tim Peneliti dari Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bung Hatta Gelar FGD di Mentawai

 

Gardasuarakitanews.com—Dosen dan peneliti jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bung Hatta Gelar FGD (Forum Grup Discussion) yang melibatkan stakeholder terkait seperti Bappeda, Dinas koperindag dan UMKM, Badan Keuangan Daerah, Pihak bank dan UKM perempuan, Senin, (1/9), siang di aula Bappeda Kepulauan Mentawai.

FGD tersebut, merupakan lanjutan dari kegiatan penelitian yang telah dilakukan pada bulan Juni 2025 dengan fokus penelitian Financial technology pada kinerja usaha berkelanjutan UKM perempuan Mentawai untuk ketahanan ekonomi.
Ketua tim peneliti Rika Desiyanti, SE, M.Si, Ph.D mengatakan, bahwa, sebelumnya, pihaknya telah melakukan penelitian secara kualitatif dan kuantitatif. Termasuk juga mengumpulkan data, menyebarkan kuesioner (penelti terjun kelapangan, google form dan memakai tenaga surveyor lokal) dan wawancara.

“Secara kuantitatif, hasil penelitian ini sudah kita dapatkan dan kita olah secara statistik. Penelitian ini Mix kuantitatif dan kualitatif. Selain wawancara dan analisis SWOT data kualitatif dilakukan dengan focus group discussion (FGD) dimana butuh masukan-masukan dari berbagai stake holder yaitu Bappeda, dinas Koperindag dan UMKM, badan perencanaan keuangan, pihak bak dan UKM Perempuan. Penelitian dikti 2025 ini berskala nasional dan diharapkan bisa berdampak secara masif bagi daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai, maupun Sumatera Barat serta Indonesia umumnya,” ungkapnya didampingi anggota tim Ice Kamela, S.E., M.M ; Tyara Dwi Putri, S.E., M.Sc.; M. Asad Jundurrahman S.M.

Ice Kamela dalam FGD tersebut, mengatakan, bahwa, hasil penelitian tersebut, nantinya bisa menjadi masukan bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai sendiri, maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Diakuinya, perlu inovasi dalam hal pengembangan usaha UKM perempuan di Kepulauan Mentawai.

“Di samping akses permodalan, juga harus ada inovasi produk dan strategi pemasaran digital. Bagaimana pun saat ini, kita tidak bisa terlepas dari media sosial. Nah, produk-produk ini bisa dipromosikan lewat media platform, seperti instagram, tiktok, fb dan lain-lain,” ujarnya.

Plt sekretaris dinas Koperindag dan UMKM Kepulauan Mentawai, Ananias mengatakan, bahwa, masih banyak tantangan yang dihadapi oleh pelaku UKM dan di Kepulauan Mentawai. Untuk itu, kata dia, ke depan perlu ada kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk juga dengan akademisi dalam hal pembinaan bagi pelaku usaha di Kepulauan Mentawai.

Arnita, salah seorang pelaku UKM di Kepulauan Mentawai mengatakan, salah satu tantangan pelaku usaha di Kepulauan Mentawai terkait pemasaran produk. Dimana, saat ini, pemahaman pelaku UMKM terkait strategi pemasaran juga masih sangat terbatas.(rif)

Share :