Sekda Sumbar Tinjau Sekolah di Sipora, Dorong Asrama dan Soroti Kesiapan Siswa ke Luar Negeri

Mentawai, Garda Suara Kita News.com – Sekretaris Daerah  (Sekda) Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, S.KM., M.KM., melakukan kunjungan kerja ke Pulau Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, guna meninjau langsung kondisi pendidikan di wilayah tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Sekda Provinsi sumbar ke SMA, tersebut didampingin oleh Jakop Saguruk, S.E., Wakil Bupati sekda martinus Dahlan,S.Sos. Kab. Kep. Mentawai serta bersama tim rombongan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Sekda meninjau sejumlah sekolah, di antaranya SMA Negeri 1 Sipora Selatan, SMA Negeri 2 Sipora Utara, serta beberapa SMK di wilayah Pulau Sipora Kab. Kep. Mentawai.

Dari hasil peninjauan, ditemukan masih banyak siswa yang berasal dari daerah pelosok harus tinggal di pondok-pondok sederhana yang tidak layak huni demi melanjutkan pendidikan.

Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah katanya .

Hal tersebut disampaikan dalam rapat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kepulauan Mentawai yang digelar di kantor Bappeda Kepulauan Mentawai.

Dalam forum tersebut, Arry Yuswandi menegaskan pentingnya pembangunan asrama bagi siswa SMA, khususnya di daerah terpencil seperti Mentawai.

“Perlu kita perjuangkan agar setiap SMA memiliki asrama, sehingga anak-anak dari pelosok bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak selama menempuh pendidikan,” ujarnya.

Selain itu, Sekda juga menyoroti program kerja sama antara Pemerintah Dinas Pendidikan dengan pihak luar negeri terkait rencana pengiriman siswa untuk melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda memanggil langsung beberapa siswa yang direncanakan akan diberangkatkan. Dari hasil dialog, dengan bahasa inggris, diketahui bahwa kemampuan bahasa Inggris para siswa masih belum maksimal.

Ia juga menyoroti sistem pembelajaran bahasa Inggris di sekolah yang dinilai masih terbatas, bahkan ada guru yang hanya mengajar sekitar tiga jam.

“Kita cukup heran, kalau mau sekolah ke luar negeri, apalagi ke Amerika, persiapan bahasa Inggris harus benar-benar matang. Tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran di sekolah,” tegasnya.

Sekda menekankan bahwa siswa harus mendapatkan pembinaan tambahan di luar jam sekolah, seperti kursus atau pelatihan intensif bahasa Inggris, agar mampu bersaing dan beradaptasi di lingkungan pendidikan internasional.

Diharapkan, perhatian terhadap pembangunan asrama serta peningkatan kualitas pendidikan, khususnya kemampuan bahasa asing, dapat menjadi prioritas pemerintah guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Penulis: Garda Suara Kita News.com

Share :