NIAS – GARDA NEWS. COM
Pernyataan mengejutkan sekaligus bersejarah datang dari Gubernur Bobby Nasution. Dengan sikap terbuka dan penuh pertimbangan, ia menyatakan keikhlasan apabila Pulau Nias dimekarkan menjadi Provinsi Kepulauan Nias.

Sikap ini bukan sekadar pernyataan politik, melainkan sinyal kuat bahwa pembangunan harus berorientasi pada kemandirian daerah, khususnya wilayah terluar yang memiliki karakter geografis dan potensi ekonomi berbeda dari daratan utama Sumatera Utara.
Pulau Nias selama ini dikenal sebagai wilayah kepulauan strategis di Samudera Hindia, kaya sumber daya dan budaya. Jika benar berdiri sebagai provinsi sendiri, maka Nias memikul tanggung jawab besar untuk membuktikan bahwa pemekaran bukan sekadar ambisi, tetapi solusi percepatan pembangunan.
Tiga Pesan Kunci untuk Nias Mandiri
Dalam pernyataannya, Bobby menekankan tiga sektor utama yang harus menjadi fondasi jika Nias berdiri sendiri:
1. Kelautan dan Perikanan
Laut Nias menyimpan potensi besar—ikan tangkap, budidaya, hingga industri pengolahan hasil laut. Ini bukan potensi kecil, melainkan kekuatan ekonomi biru yang bisa mengangkat kesejahteraan rakyat.
2. Pariwisata
Ombak kelas dunia, pantai eksotis, budaya lompat batu, hingga tradisi adat yang kuat adalah aset global. Dengan manajemen profesional, Nias bisa menjadi destinasi unggulan nasional bahkan internasional.
3. Pertanian dan Perkebunan
Tanah subur membuka peluang pengembangan kelapa, karet, kakao, dan komoditas lainnya. Hilirisasi menjadi kunci agar masyarakat tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi menikmati nilai tambah.
Namun pemekaran bukan sekadar garis administratif baru. Provinsi Kepulauan Nias harus dibangun dengan:
Pemerintahan bersih dan transparan
SDM unggul dan berintegritas
Pengelolaan anggaran akuntabel , Persatuan antar wilayah dan tokoh masyarakat Keikhlasan seorang gubernur membuka pintu.
Tetapi kesiapan rakyat dan elit daerah yang menentukan masa depan.
Jika Provinsi Kepulauan Nias benar terwujud, sejarah akan mencatatnya sebagai momentum lahirnya kemandirian dari wilayah terluar menuju pusat pertumbuhan baru Indonesia bagian barat (☆☆)

